Ternak Ulat Sutera, Begini Tahap Awal Pemeliharaannya

Kalian tau tidak sih bahan baju sutera terbuat berasal dari ulat yang sudah di ternak? Potensi kebutuhan kokon sutera sebagai bahan baku pembuatan benang sutera benar-benar tinggi. Hal ini terbukti berasal dari pemanfaatan benang sutera di industri tenun di Indonesia masih terkait import berasal dari China. Sebenarnya budidaya ulat sutera di Indonesia sudah lama dikenal, sayangnya tidak cukup diminati.

Kalian pastinya sadar bagaimana lembutnya sebuah pakaian dari benang sutera yang berkualitas tinggi, biasanya hasil pakaiannya akan dihargai sangat mahal. Bagi anda yang tidak tau bagaimana model pakaian dari hasil ternak ulat sutera ini, anda bisa lihat dari beberapa seragam dealer yang ada pada sbobet88 bola. Penggunaan ini dipilih karena pakaian akan terlihat sangat mencolok serta menarik.

Budidaya ulat sutera ditujukan untuk menghasilkan benang sutera sebagai bahan baku pertekstilan. Untuk melakukan pemeliharaan ulat sutera, khususnya dahulu ditunaikan penanaman murbei, yang merupakan hanya satu makanan (pakan) ulat sutera, Bombyx mori L. Berikut ini arahan praktis budidaya ulat sutera yang kami kutip berasal dari Departemen Kehutanan.

Pemeliharaan Ternak Ulat Sutera Yang Baik

Penulisan kali ini kita akan berfokus pada bagaimana pemeliharaan saat melakukan ternak ulat sutera, kalian tenang saja karena tahap berikutnya akan kami update lagi di blog peternakan dan pertanian disini. Sebelum kesibukan pemeliharaan ulat sutera dimulai, lebih dari satu hal yang perlu diperhatikan layaknya tersedianya daun murbei sebagai pakan ulat sutera, ruang dan peralatan pemeliharaan serta pemesanan bibit/telur ulat sutera.

Ruangan Peralatan

  • Tempat pemeliharaan ulat kecil sebaiknya dipisahkan berasal dari tempat pemeliharaan ulat besar.
  • Pemeliharaan ulat kecil ditunaikan terhadap tempat khusus atau terhadap Unit Pemeliharaan Ulat Kecil (UPUK).
  • Ruang pemeliharaan perlu mempunyai ventilasai dan jendela yang cukup.
  • Bahan-bahan dan peralatan yang perlu disiapkan adalah : Kapur tembok, kaporit/papsol, kotak/rak pemeliharaan, tempat daun, gunting stek, pisau, ember/baskom, jaring ulat, ayakan, kain penutup daun, hulu ayam, kerta alas, kerta minyak/parafin, lap tangan dan lain-lain.
  • Desinfeksi ruangan dan peralatan, ditunaikan 2-3 hari sebelum pemeliharaan ulat sutera dimulai, manfaatkan larutan kaporit 0,5% atau formalin (2-3%), disemprotkan secara merata.
  • Apabila tempat pemeliharaan ulat kecil berwujud UPUK yang berlantai semen, maka setelah didesinfeksi ditunaikan pencucian.

Penyediaan Daun Murbei

  • Daun murbei untuk ulat kecil berumur pangkas $ 1 bulan dan untuk ulat besar berumur pangkas 2-3 bulan.
  • Tanaman murbei yang baru ditanam, dapat dipanen setelah berumur 9 bulan.
  • Untuk pemeliharaan 1 boks ulat sutera, dibutuhkan 400-500 kg daun murbei tanpa cabang atau 1.000 – 1.200 kg daun murbei bersama dengan cabang.
  • Daun murbei jenis unggul yang baik untuk ulat sutera adalah : Morus alba, M. multicaulis, M. cathayana dan BNK-3 serta lebih dari satu jenis lain yang tengah didalam pengujian oleh Balai Persuteraan Alam Sulawesi Selatan.

Pesanan Bibit

  1. Pesanan bibit sesuai bersama dengan jumlah daun yang ada dan kapasitas ruangan serta peralatan pemeliharaan.
  2. Bibit dipesan selambat-lambatnya 10 hari sebelum pemeliharaan ulat di awali lewat petugas / penyuluh atau langsung kepada produsen telur.
  3. Apabila bibit/telur sudah diterima, melakukan penanganan telur (inkubasi) secara baik agar penetasannya seragam.

    Caranya adalah sebagai berikut:

    • Sebarkan telur terhadap kotak penetasan dan tutup bersama dengan kertas putih yang tipis.
    • Simpan terhadap tempat sejuk dan terhindari berasal dari penyinaran matahari langsung, terhadap suhu ruangan 25° -28° C bersama dengan kelembapan 75-85%.
    • Setelah muncul bintik biru terhadap telur, bungkus bersama dengan kain hitam selama 2 hari.

Write a Reply or Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *